Blog Banner

Blog

News

18 September 2014

Rupiah Tembus Rp 12.000 Per Dollar AS

Rupiah Tembus Rp 12.000 Per Dollar AS

Kembali Melemah, Rupiah Tembus Rp 12.000 Per Dollar AS

Kamis, 18 September 2014 
JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah terhadap rupiah pada Kamis (18/9/2014) melorot hingga menembus level 12.000, ke level terendah dalam 11 pekan terakhir. Sentimen dollar AS yang kuat masih menekan rupiah.
Di pasar spot, seperti dikutip dari data Bloomberg pukul 09.30 WIB, mata uang garuda berada di posisi Rp 12.035 per dollar AS, atau melemah 0,55 persen dibanding penutupan kemarin pada 11.969. Rupiah terlihat di posisi terendah pada 12.099 pada 26 Juni 2014 lalu.
Penguatan dollar AS di pasar global yang tertahan menjadi peluang kenaikan mata uang garuda. Tidak ada yang baru dari pernyataan Gubernur The Fed, Janet Yellen, selain perkiraan proses keluar dari quantitative easing. Belum ada kepuasan berarti terhadap performa pasar tenaga kerja.
Riset Samuel Sekuritas Indonesia, secara keseluruhan FOMCmeeting meninggalkan kesan yang lebih "hawkish" dari sebelumnya. Proyeksi Fed rate pada akhir 2015 oleh anggota The Fed naik 25 basis poin dari sebelumnya. Dollar index menguat tajam dini hari tadi hingga 84.74 diiringi oleh imbal hasil US Treasury 10 tahun yang naik hingga 2,62 persen. Indeks S&P 500 pun memangkas penguatan tajam di pembukaan setelah pengumuman FOMC. Sentimen dollar AS yang kuat masih akan terasa hari ini.
 "Walaupun tekanan dollar AS mereda kemarin, rupiah masih menolak untuk menguat untuk mengikuti mata uang Asia lainnya. Hari ini tekanan pelemahan terhadap rupiah berpeluang kembali dengan kenaikan tajam dollar index walaupun ruang pelemahannya dalam jangka pendek sudah semakin terbatas," tulisnya.
Dengan kondisi ekonomi yang kurang membaik dan tidak menentu tentu kita akan lebih memaksimalkan kinerja dari sebuah perusahaan ataupun sebuah bisnis, untuk itu Palapamaticslah solusi Anda. Kami dapat membantu Anda untuk lebih memaksimalkan produktivitas perusahaan dan lebih menghemat biaya operasional yang dikeluarkan, dengan melihat dari ekonomi di Indonesia yang sedang tidak menentu.
Hubungi kami segera untuk info lebih lanjut (021) 662 8369